ANALISIS

Dria Soetomo

Superhero, Imaji yang Tak Boleh Mati

Petisi diteken 80 ribu orang menolak Ben Affleck jadi Batman. Mengapa?

ddd
Kamis, 29 Agustus 2013, 12:32
Petisi menolak Ben Affleck jadi Batman diteken 80 ribu orang dalam lima hari. Mengapa Amerika sekompak ini?
Petisi menolak Ben Affleck jadi Batman diteken 80 ribu orang dalam lima hari. Mengapa Amerika sekompak ini? (asiaone.com)

VIVAnews--Ekonomi dunia masih dihantui resesi, The Fed sudah berancang-ancang menghentikan program stimulus. Sementara militer Mesir masih terus menembaki warga sipil, dana investor asing dengan cepat menguap dari emerging market. Kalau persoalan-persoalan ini tak cukup mencemaskan, ada yang lebih gawat lagi. Ben Affleck akan berperan sebagai Batman di sekuel Man of Steel: Superman vs Batman.

Sebegitu gawatnya permasalahan ini, sebuah petisi dikirimkan ke laman petisi Gedung Putih, meminta intervensi pemerintahan Obama. Dalam lima hari, jumlah penandatangannya sudah mencapai lebih dari 80.000 orang. Rakyat Amerika Serikat tak pernah sekompak ini sejak dua menara World Trade Center ditubruk pesawat 12 tahun lalu.

Ini memang bukan perkara enteng. Di dunia yang serba kacau ini kita membutuhkan superhero. Dan Affleck berpotensi membunuh imaji jutaan orang di dunia ini, terkait superhero yang menjadi simbol perlawanan korupsi. Bagaimana Ben Affleck, aktor yang gagal menjadi pahlawan bertopeng di Daredevil (2003), akan mampu menyamai kharisma Christian Bale dalam The Dark Knight? Bagaimana mungkin ia menampilkan rasa sakit Bruce Wayne tanpa suara serak yang berat? Apa yang terjadi dengan Joseph Gordon-Levitt, aktor yang disiratkan akan menggantikan Bale di sekuel penutup The Dark Knight?

Meski membayangkan Affleck sebagai Batman secara penuh seluruh adalah hal yang terlampau sulit untuk dilakukan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan secara obyektif. Yang pertama, Superman vs Batman bukanlah kelanjutan The Dark Knight. Film ini adalah sekuel Man of Steel, yang akan menampilkan Henry Cavill bersama dengan Amy Adams, Diane Lane dan Laurence Fishburne.

Artinya, Supermanlah yang menjadi tokoh dominan di film ini. Meributkan peran Affleck sebagai Batman bisa jadi sedikit berlebihan. Yang kedua, Superman vs Batman diproduseri oleh Christopher Nolan, sutradara yang sukses mendefinisi ulang Batman dalam The Dark Knight. Nolan tentu memiliki pertimbangan matang dalam memilih jagoan kelewar berikutnya. Ketiga, Ben Affleck adalah satu di antara sedikit aktor yang dapat berkembang di belakang kamera. Ia menjadi produser, sutradara dan penulis naskah yang cukup berhasil.

Dengan kata lain, Affleck memiliki kecerdasan yang patut diapresiasi. Ia memenangi Academy Award sebagai penulis naskah di Goodwill Hunting (1997), dan baru-baru ini naik ke panggung oscar untuk produksi Argo (2012). Pengakuan sebagai sutradara datang lewat ajang Golden Globe Awards untuk film yang sama. Meski belum mendapatkan piala bergengsi untuk aktingnya, Affleck bisa digadang-gadang sebagai persona yang berkembang. Mungkin ia memang pantas mendapatkan kesempatan kedua memakai topeng, setelah film buruk semacam Daredevil.

Sebagai bagian makro budaya global, peran sebagai superhero adalah persoalan yang sungguh-sungguh serius. Banyak keributan di dunia ini disebabkan olehnya. Para penggemar James Bond membuat petisi online yang menyerukan pemboikotan film Casino Royale (2006), karena Daniel Craig dituding menyimpang dari tipikal Bond. Ia terlalu pendek, rambutnya juga terlalu pendek, mukanya aneh dan kupingnya besar.

Sejumlah situs internet didedikasikan khusus untuk mencela karakter Bond baru ini. Meski sukses mendulang dollar, penggemar Bond konvensional berkeras, kesuksesan film-film James Bond terbaru sama sekali tak berhubungan dengan kepantasan Craig berperan sebagai Bond. Karakter Bond klasik yang ganteng dan selalu luput dari bahaya karena berhasil memikat pacar-pacar musuhnya, dianggap lebih orisinil. Bagi pecinta Bond klasik, dunia James Bond yang sesungguhnya sudah benar-benar kiamat.

Anne Hathaway dan Heath Ledger tak luput dari sinisme serupa. Masing-masing dituduh tak akan bisa menafsir pesona Catwoman dan Joker ke dalam layar. Ledger terutama, mendapat cukup banyak cemoohan di dunia maya karena disangsikan mampu menandingi kedalaman Jack Nicholson menampilkan Joker. Apalagi, ia populer setelah tampil di film remaja 10 Things I Hate About You (1999). Namun kita tahu, Ledger dicatat sejarah sebagai pemeran Joker paling brilian. Serupa pula dengan Hathaway.

Meski sentimen spontan penonton yang kerap tak berdasar sering kali salah, tak semua aktor yang dihujat kemudian mampu memenuhi harapan khalayak. Warner Bros pernah menerima 50.000 surat protes karena memilih Michael Keaton sebagai Batman keempat. Seruan boikot dan kemarahan publik memaksa Warner Bros merilis trailer film Batman (1989) lebih cepat dari jadwal, guna membuktikan film ini bukanlah sekadar dagelan. Di bawah arahan Tim Burton-sutradara yang gemar menampilkan gaya gothik yang gelap-niat menggambarkan Batman sebagai karakter yang lebih obsesif tinggallah cita-cita mulia. Keaton kalah mencorong dengan Nicholson yang tampil menonjol sebagai antagonis.

Dalam sebuah film reboot, kunci utama keberhasilan seorang aktor memerankan tokoh pahlawan super adalah interpretasi ulang karakter tersebut, sehingga menjadi barometer baru untuk sekuel-sekuel berikutnya. Dengan sentuhan Christopher Nolan dan Zack Snyder, sangat mungkin bagi Affleck untuk melakukan ini.

Superman vs Batman memiliki potensi besar menjadi film box office. Satu jagoan super saja sudah menarik, apalagi dua. Dalam komik, dinamika hubungan Superman dan Batman yang kerap diwarnai adu argumen selalu menarik untuk dinikmati. Terlebih, Batman yang hanya mengandalkan kecanggihan teknologi bikinan anak buahnya harus berhadapan dengan Superman yang memiliki kekuatan superhuman organik. Namun kita tak tahu, seberapa dahsyat perang otot antara Superman dan Batman dituangkan dalam skenario. Bisa jadi, Batman hanya akan muncul sesaat, seperti rumor yang beredar, Christian Bale menolak tawaran duit 50 juta dollar AS untuk tampil kembali sebagai Batman selama 20 menit!

Pengambilan gambar Superman vs Batman baru akan dimulai awal 2014, sedangkan rilisnya dijadwalkan pada Juli 2015. Andai dapat memilih, saya lebih tertarik melihat Ben Affleck mendefinisi ulang karakter Joker melewati standar yang sudah dibuat Heath Ledger. Affleck sudah terlalu kerap memainkan tokoh protagonis. Saat film ini dirilis dua tahun lagi, keributan di twitterland yang terjadi sejak pekan lalu saat Snyder mengumumkan Affleck sebagai Batman, mungkin sudah terlupa.

Sumpah serapah yang terlanjur terucap untuk memboikot film ini sudah terbang terbawa angin. Kita semua akan datang berbondong-bondong ke bioskop untuk menyaksikan akting Affleck yang bersinar atau mungkin meredup.

Dria Soetomo, pemerhati film.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com