WAWANCARA KHUSUS

Wamenhub Bambang Susantono:

"Jumlah Pemudik Diperkirakan 24 Juta Orang"

Tak sedikit nyawa melayang akibat mudik dengan sepeda motor.

ddd
Minggu, 4 Agustus 2013, 21:14
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono (Dok. Antara)

VIVAnews – Musim mudik 2013 sudah tiba. Banyak perusahaan, khususnya BUMN, menyelenggarakan mudik gratis. Selain untuk program tanggung jawab sosial, mudik bareng juga untuk mengurangi jumlah pemudik bersepeda motor.

Ya, sepeda motor. Moda transportasi yang tak didesain untuk jarak jauh, sehingga tak sedikit nyawa melayang akibat mudik dengan sepeda motor. Atas keprihatinan ini, pemerintah pun berupaya mengajak perusahaan-perusahaan, khususnya BUMN, bekerjasama menggelar mudik gratis.

Tapi, mungkinkah pemerintah tetap mempertahankan program yang memanjakan rakyat ini?

Berikut petikan wawancara VIVAnews dengan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta beberapa waktu lalu:

Bagaimana persiapan pemerintah untuk mudik Lebaran kali ini?
Persiapan pertama adalah fasilitas umum. Itu pasti. Selain angkutan pribadi, angkutan umum juga disiagakan. Mudik akan disiagakan 38 ribu bus, 1.300 kapal, 382 pesawat, 304 kereta api, 180 feri penyeberangan. Itu untuk fasilitas pergerakan orang-orang yang mau menggunakan angkutan umum.

Kalau untuk angkutan pribadi kami meyiagakan fasilitas pengendara roda empat dan roda dua. Untuk roda empat tentunya rest area dan sebagainya. Roda duanya kami menyediakan angkutan umum gratis. Gunanya sebagai stimulan untuk pindah menggunakan angkutan umum.

Apa saja yang disediakan? Empat moda transportasi disediakan untuk mengangkut pesepeda motor. Naik kereta api, kapal, feri penyebarangan, serta truk dan bus. Kami menyediakan dua kapal, kapal TNI dan kapal Pelni.  Jadi orangnya naik bus dan sepeda motornya naik truk.

Total angkutan mudik untuk sepeda motor gratis tahun ini bisa mengangkut 33 ribu motor. Sekali lagi tujuannya adalah untuk meminimalkan probabilitas kecelakaan karena kebanyakan kecelakaan melibatkan sepeda motor. Sepeda motor kan tidak didesain untuk angkutan jarak jauh, bukan jarak pendek.

Perkiraan Kemenhub, berapa jumlah pemudik tahun ini? Ada kenaikan berapa persen dibandingkan tahun lalu?
Dari survei kami jumlah pemudik diperkirakan 24 juta orang. Sekitar 55 persen menggunakan kendaraan pribadi, 45 persen menggunakan angkutan umum. Dari 24 juta itu sekitar 82,5 persen menggunakan moda berbasis jalan atau road base. Jadi mereka bisa menggunakan sepeda motor, bus. Itu kira-kira setengahnya keluar dari Jabodetabek.

Kemudian yang akan menggunakan angkutan pribadi itu 60 persen menggunakan Jalur Pantura, 30 persen menggunakan Jalur Selatan, dan 10 persen lain-lain, seperti Sumatera. Mayoritas pemudik ini bertujuan ke Jawa Tengah, lalu Jawa Timur nomor dua, dan Jawa Barat nomor tiga.

Ada berapa titik rawan macet sepanjang jalur mudik? Di mana saja?
Yang klasik dan cukup besar potensinya adalah di Simpang Jomin, tepatnya saat keluar jalan tol dari Cikampek. Pejagan, keluarnya tol dari Pejagan (Brebes), kemudian Simpang Gentong (Tasikmalaya). Karena jalur Nagreg sudah diperbaiki, sekarang macetnya bergeser ke Simpang Gentong. Tentu di situ akan dilakukan koordinasi di lapangan dengan petugas Polres dan Dinas Perhubungan setempat. Kami juga memantau dari CCTV.

Bagaimana langkah Anda menghadapi lalu lintas yang super padat ini?
Kami menyiapkan petugas sebanyak-banyaknya. Masih ada rekayasa lalu lintas di titik-titik tersebut. Agar, kalau pun terjadi macet, masih tetap mengalir. Kalau dibilang tak ada kemacetan nanti saya bohong.

Untuk memanjakan pemudik apakah Anda menyediakan media informasi?
Yang pertama kami fasilitasi adalah angkutan umum dan pribadi. Angkutan umum tentunya kami bekerjasama dengan banyak sosial media dan para operator telepon, misalnya lewat twitter. Ini merupakan salah satu opsi yang bisa dipakai untuk mengetahui dengan benar rencana perjalanan. Kami juga menggunakan radio dan televisi. Sedangkan pada angkutan pribadi akan lebih intensif lagi karena kami punya CCTV. Tentu ini akan di-share dengan institusi lain agar bisa memberitahu masyarakat rute terbaik.

Saat ini banyak perusahaan yang menyediakan mudik bareng pengguna sepeda motor. Apa langkah Kemenhub dalam meramaikan mudik bareng ini?
Sepertinya kami ini memang sudah kerjasama. Kami sudah punya list-nya. Dan kami bagi-bagi. Misalnya saya ke mana, Pak Menteri ke mana. Pak Dirjen ke mana. Jadi kami punya list-nya. Tapi saya lupa jumlahnya berapa. Kami ada inovasi. Misalnya Jasa Raharja bikin mudik bareng bagi mereka yang tidak menggunakan sepeda motor. Sepeda motornya dititipkan di Pegadaian. Mereka pulang, motornya aman. Karena kadang-kadang pemudik menggunakan sepeda motor karena berbagai hal, di antaranya karena takut kalau ditinggal motornya tidak aman.

Anda bisa mengangkut 33 ribu motor, itu  dananya dari mana?
Kemenhub menyediakan Rp25 miliar yang berupa PSO untuk PT Kereta Api dan PT Pelni. Kemudian ada dana PSO untuk truk dicampur dengan CSR beberapa BUMN. Itu sumber dananya.

Bisa dijabarkan pengangkutan sepeda motor yang terakomodir berapa unit?
Kira-kira untuk kereta api bisa 10-11 ribu sepeda motor. Kapal hampir sama, 10-11 ribu unit. Kapal feri hampir 4.000, dan sisanya truk.

Kalau animo pengangkutan itu bagus, apakah tahun depan akan ditingkatkan lagi?
Pengangkutan sepada motor ini hanya jangka pendek. Jangka panjang tentu kami tidak ingin agar orang tetap naik motor saat mudik. Kami inginkan mereka pindah. Tapi kan faktor pindah ini ada beberapa variabel, salah satunya ketersedian transportasi di tempat mudik. Itu yang sampai saat ini belum mencukupi.  Jadi kalau mereka di pucuk desa, untuk bersilaturahmi kan susah.

Jadi kami harapkan ini tidak permanen. Kami harapkan ke depannya tidak memakai cara ini. Karena sekali lagi kami ingatkan sepeda motor bukan untuk jarak jauh.

Kira-kira kebijakan ini bertahan berapa lama?
Kami ingin kapasitas kereta api ini meningkat. Jadi kami ingin orang lebih banyak menggunakan kereta api. Jalur ganda selesai akan naik 2,5 sampai 3 kali lipat. Jadi opsi orang yang akan menggunakan kereta api akan lebih banyak.

Untuk moda kereta api, bagaimana progres pembangunan double track, apakah sudah bisa dimanfaatkan untuk Lebaran tahun ini?

Sebagian ruas ada yang sudah selesai, tapi tentu belum semua. Di Semarang ada beberapa ruas yang belum selesai. Terkendala pembebasan lahan. Tapi kami targetkan mudah-mudahan akhir tahun selesai.

Kalau double track jadi, seberapa berpengaruh terhadap angkutan darat lain? Apakah bisa mengurangi beban Pantura yang saat ini overload?
Kami ingin pada tahap awal 20 persen pindah dari jalan ke kereta api. Saya kira kalau ada rangkain kereta api yang cukup, orang akan mencoba pindah ke kereta api. Sekarang kami lihat di survei waktu kami menanyakan ke 12 ribu rumah tangga itu kecenderungan mereka ingin pindah ke moda kereta api. Jadi ada perubahan, terutama angkutan barang.

Kira-kira, kapan jadinya double track Jakarta-Surabaya?
Jakarta -Surabaya kami targetkan Desember 2013 selesai.  Tadinya kan kami targetkan Jakarta-Semarang bisa beroperasi penuh, tapi karena ada masalah lahan di lapangan jadi tertunda. Jadi hanya sebagian ruas yang kami bisa selesaikan di antaranya Cirebon-Berebes dan Semarang-Pekalongan. Jadi ada dua sampai tiga ruas yang sudah bisa kami operasikan. Tapi itu juga sudah membantu.

Jadi permasalahan lahannya di daerah mana?
Yang belum selesai itu di daerah Losari. Tapi saya sudah ketemu Bupati Brebes, beliau akan fasilitasi supaya tidak perlu lama-lama.

Untuk moda laut, permasalahan apa yang paling mendasar hingga kerap terjadi antrean panjang  di Merak dan Bakauheni?
Kendala paling banyak cuaca. Saya kira untuk yang lain tidak, mudah-mudahan nanti kami bisa fasilitasi.

Apa betul itu karena kapal yang layak layar sedikit sekali? Apa Anda tidak menekan PT Pelindo?
Saya rasa kalau dari sisi kapal tidak. Kapal kita tidak terbatas kok, 1.300 unit. Saya kira tahun lalu pun kalau dari sisi kapasitas kapal cukup. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id