WAWANCARA KHUSUS

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan:

"Kabut Asap, Wajar Singapura Protes"

Hutan hanya 20 persen saja dari total lahan yang terbakar.

ddd
Minggu, 23 Juni 2013, 21:14
Menhut Zulkifli Hasan mengelus burung Rangkong (Enggang) asal Kalimatan
Menhut Zulkifli Hasan mengelus burung Rangkong (Enggang) asal Kalimatan (Antara/ Saptono)

VIVAnews - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Indonesia kembali 'mengekspor' kabut asap ke negara tetangga. Tahun ini, Singapura menjadi negara dengan dampak terparah. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menilai wajar jika Singapura sampai protes.

Dalam dua kesempatan wawancara dengan VIVAnews, Kamis 20 Juni 2013, Zukifli menjelaskan bahwa sebagian besar lahan yang terbakar di Riau berupa perkebunan dan pertanian. Hutan yang terbakar hanya 20 persen saja dari total lahan yang terbakar.

Namun yang sulit, beberapa areal yang terbakar adalah lahan gambut dengan luas hingga 400 hektare. Di beberapa areal, titik api bahkan sampai kedalaman 10 meter.

Zukifli Hasan menjabat sebagai Menhut sejak 22 Oktober 2009 di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Politisi PAN kelahiran Penengahan, Lampung Selatan, 17 Mei 1962 ini merampungkan sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana pada 1996. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan lulus pada tahun 2003.

Dia mengawali karir politiknya melalui Partai Amanat Nasional bentukan Amien Rais. Pada periode 2004-2009, dia dipercaya menjabat Ketua Fraksi PAN DPR RI.

Berikut wawancara Zulkifli:

Kabut asap menyelimuti Riau, bahkan sampai Singapura. Ini murni kebakaran hutan atau ada aksi pembakaran?
Sebagian besar kebakaran itu ada di luar kawasan hutan. Ini areal perkebunan dan pertanian.

Kamis pagi, kami rapat di Kemenko Kesra. Di Riau, ada 100 lebih titik api. Dari total areal yang terbakar, pertanian dan perkebunan itu hingga 80 persen. Hutan itu kira-kira 20 persen saja.

Dari Kehutanan, kami perbantukan pasukan pemadam hutan (Manggala Agni) untuk memadamkan api di di luar kawasan, yang 800 hektare itu. Oleh karena itu, perlu ada optimalisasi dari kementerian, lembaga terkait, dan pemda.

Walaupun gubernur lagi ada masalah, bupati juga lagi pilkada, tapi masalah ini bagian dari tugas pokok. Dua negara tetangga kita protes karena banyak asap yang mengganggu di sana dan disebut ada di ambang batas. Protes mereka wajar.

[Gubernur Riau Rusli Zainal ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap pembahasan Perda PON di Riau tahun 2010 dan kasus Pengesahaan Pemanfaatan Hasil Hutan pada Tanaman Industri tahun 2001-2006 di Palelawan, Riau]

Di daerah mana saja titik api?
Sekitar 800 hektare itu ada di Bengkalis, Pelelawan, Kota. Itu di luar kawasan pertanian dan perkebunan. Jadi memang banyak yang buka lahan untuk perkebunan karena land clearing itu kan biasanya dibakar.

Jadi kebakaran di kawasan siapa?

Jadi 80 persen di luar kawasan (Kehutanan). Kawasan hutan yang terbakar itu hanya 20 persen. Kalau menangani kebakaran hutan lebih mudah karena ada perusahaannya dan ada Manggala Agni (Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Indonesia). Nah, yang di luar itu, kami sifatnya membantu.

Pembakaran hutan kerap dilakukan perusahaan-perusahaan besar yang ingin membuka lahan. Sikap Kemenhut?
Tidak usah saling menyalahkan. Kalau ada yang masih membakar-bakar (hutan) akan kami tindak tegas. Kebakaran itu kan untuk membuka lahan. Land clearing.

Salah satu agenda rapat di Kemenko Kesra (Kamis lalu) adalah membahas masalah ini. Kami minta agar aparat melakukan tindak tegas. Kan ada sanksinya 5 tahun.

Perusahaan dari Singapura dan Malaysia?

Kami tidak akan salahkan si A atau si B. Kalau ada yang langgar, kami minta tegas. Kalau ada perusahaan yang disinyalir membuka lahan dengan cara membakar, kami minta aparat untuk menindak tegas. Sekarang, kita harus bersatu. Meski kebakaran bukan di kawasan kami, tetap inisiatif. Walau banyak juga disalahkan.

Sekarang kita bersatu padu segera padamkan di Riau itu. Walaupun itu tidak mudah karena lahan gambut itu. Kalau sudah terbakar susah dipadamkan.

Kami tidak bicara perusahaannya. Mari kita bersama-sama padamkan api.

PT Rumpun itu dari Singapura?

Oh, itu nanti panjang lagi ceritanya.

Penanggulangan kebakaran yang di luar kawasan hutan?
Ya, tetap tanggung jawab kita semua, bangsa Indonesia. Oleh karena itu tadi rapat di Menkokesra, saya mengajak seluruh kementerian, lembaga, termasuk di dalamnya pemerintah daerah. Kita harus all out, sungguh-sungguh untuk segera menangani kasus ini. Tidak hanya Manggala Agni, tapi semua pihak tekait.

Tapi, anggaran terbatas, soalnya di luar hutan. Kalau kita pakai APBD, kan nanti jadi temuan. Oleh karena itu, kami meminta yang lain juga ikut segera memadamkan.

Pemerintah Singapura protes keras?
Karena kabut asap, wajar Singapura protes dan keberatan. Wong negaranya dapat asap. Pernafasan warganya kan bisa terganggu. Jadi kalau protes itu wajar.

Tetapi sebagai negara tetangga yang juga banyak dapat manfaat dari Indonesia, kami minta mereka menyampaikan protes itu dengan cara yang tepat dan pas.

Ini kabut asap paling parah landa Singapura?

Wah, enggak betul itu.

Desakan Singapura dan Malaysia agar Indonesia segera tangani kabut asap?
Kami terbuka. Jika Malaysia dan Singapura ingin ikut memadamkan lahan gambut, ya silakan. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
romirepael
03/07/2013
Ingat kata pak JK. Selama ini Singapura @ Malaysia menghirup udara segar dari Indonesia ngak pernah tu Singapura @ Malaysia berterima kasih ma Indonesia. Ketika di Riau di landa kebakaran (asap) malahan nyuruh Indonesia minta maaf.
Balas   • Laporkan
myorangutan.com
01/07/2013
gima ya yang pas kata2 buat pemerintah kita, atau harus dgn tindakan???
Balas   • Laporkan
harsa
25/06/2013
ama singapur minta maaf???? baru juga kena asep, pasir kita dikerukin buat ngelebarin singapur gak masalah buat kita. yang nyaranin minta maaf doyan ke singapur sih... buang2 devisa di sana sok luar negeri...
Balas   • Laporkan
adidivivanews
24/06/2013
orang indonesia memang suka perang ya? negaranya hebat tapi mentaliti rakyat teruk.
Balas   • Laporkan
romychan
24/06/2013
Biarpun perusahaan pembakar hutan itu milik org singapore ataupun malaysia, wilayah itu adlh wilayah Indonesia yg tak bs dipungkiri lagi, jd alangkah ksatrianya jika kita minta maaf sama mereka saja. Ini bukan 1 kali terjadi, bahkan sdh sering !!!
Balas   • Laporkan
duddun | 26/06/2013 | Laporkan
HAh! Kata ente ksatria??!!Ente pecundang tau!Mestinya Sby minta ganti rugi atas kerusakan hutan di Indo akibat perusahan Sin jadi biang penyebab kebakaran!Bahlul ente...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com