WAWANCARA KHUSUS

Wawancara Presiden Direktur Panasonic, Hiroyoshi Suga

"Pasar Indonesia Sangat Potensial Bagi Kami"

Berambisi menjadi pemain utama untuk brand produk consumer elekronik.

ddd
Senin, 10 Juni 2013, 10:47
 Hiroyoshi Suga, Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia.
Hiroyoshi Suga, Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia. (VIVAnews/Amal Nur Ngazis)
VIVAnews - Siapa yang tak mengenal brand Panasonic? Brand ini dikenalkan Panasonic Corporation yang berpusat di Osaka, Jepang, perusahaan manufaktur kelas dunia di bidang produk elektronik, khususnya untuk kebutuhan konsumen awam, bisnis dan industri .

Di Indonesia, Panasonic juga memiliki sejarah yang sangat panjang dan melekat di hati banyak orang. Dimulai dengan kehadiran radio 'tjawang' oleh Almarhum Drs. H. Thayeb Moh. Gobel pada 1954, TV pertama di 1962, dan hadirnya brand National di 1970, sampai pada akhirnya mengganti nama National dan menggunakan nama Panasonic di 2004. 

Sampai saat ini, Panasonic di Indonesia tetap merupakan brand elektronik yang terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif, mulai dari TV plasma, Kamera, AC, Kulkas, Mesin Cuci, dan lainnya.

Panasonic Corporation lewat wakilnya di Indonesia, memiliki ambisi menjadi pemain utama untuk brand produk-produk consumer elektronik. Bahkan, menargetkan menjadi nomor satu untuk perusahaan penjual produk-produk elektronik di kawasan Asia Pasifik.

Bagaimana langkah dan strategi Panasonic untuk mencapai hal tersebut, berikut hasil wawancara wartawan VIVAnews, Antique dan Amal Nur Ngazis dengan Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Hiroyoshi Suga di kantornya, Jakarta, belum lama ini.

Bagaimana Panasonic melihat potensi bisnis di Indonesia?
Baik. Kami punya beberapa riset, yang intinya pasar di sini sangat potensial. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil dan mencapai target. Kalau tidak salah ditargetkan 6,5 persen. Selain itu, CPI (consumer price index) di sini juga stabil.

Lantas, apa target Panasonic di Indonesia?
Dengan melihat pasar Indonesia itu, kami menargetkan untuk menjadi nomor satu sebagai sales company (perusahaan penjual) produk-produk elektronik di kawasan Asia Pasifik. Dan tentunya, untuk Indonesia kami akan menjadi nomor satu dalam brand produk consumer electronic.
 
Namun, Anda tahu tidak mudah untuk menjadi nomor pertama di kategori group itu. Dalam konteks ini, kami harus bersaing dengan perusahaan lain seperti LG maupun Sharp. Agar kompetitif, kami harus melakukan investasi dan serta menyediakan sumber daya yang baik di Indonesia.

Bagaimana caranya untuk mencapai target khusus di Indonesia?
Pertama strategi produk. Kami memantapkan dengan VZ2 (value zone kuardrat). Ini merupakan beauty product. Itu menjadi pembeda utama kami dengan kompetitor.

Untuk kategori ini, kami fokus pada dua kategori. Kategori pertama yaitu premium. Pada kategori ini, kami menawarkan nilai pengalaman produk yang lebih. Di sini ada lini produk econavi (eco-navigation) meliputi AC, kulkas, dan washer dengan market premium dan yang dilengkapi sensor untuk penyimpan energi. Ada juga Smart TV, serta kamera Lumix. Semuanya untuk pasar premium.

Kategori yang kedua, kami masuki volume zone. Kami mengeluarkan kategori produk dengan kerja sama dengan pabrik lokal (factory local production). Tujuannya agar muncul produk terjangkau yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di sini.

Produk ini meliputi Alowa+ seperti AC, kulkas sampai washer untuk pasar mid-end dengan fitur low watt. Ada juga home entertainment audio, XH 330, yang dibuat di Indonesia dan khusus untuk konsumen di sini.

Membuat produk di dalam negeri dan ditujukan untuk konsumen di negeri itu, merupakan pilot project di Asia pasifik. Jika cara di Indonesia itu sukses, akan kami aplikasikan di India dan negara Asia Pasifik lainnya.

Strategi lain?
Iya. Kami akan fokus juga ke produk B2B. Produk ini termasuk security camera, whiteboard elektric (panaboard), alat pemindai, dan lainnya. Ini saya kira besar potensinya.

Untuk mendongkrak penjualan (sales force strategy), kami akan membuka dua cabang baru di Yogyakarta dan Bandung. Lainnya, kami tempuh strategi komunikasi. Panasonic Gobel Indonesia akan menyentuh ke pasar online melalui penjualan web online serta mempromosikan itu melalui media sosial. 

Apa perbedaan posisi pasar yang diambil dengan kompetitor?
Secara umum, kami fokus pada produk dengan value zone yaitu value added zone dengan sasaran produk premium, serta volume product, yaitu produk yang terjangkau.

Untuk kategori produk di antara keduanya, kami tidak bermain di sana. Kami sadar di sana sudah menjadi pasar kompetitor. Soal inovasi teknologi. Saat ini, eranya koneksi WiFi. 

Bagaimana produk Panasonic ke depan?
Ya, saya pikir inovasi WiFi merupakan common tech. Itu jadi pelengkap mobilitas. Tapi maaf, saya belum banyak bicara soal itu. Yang pasti, ke depan itu harus diberikan.

Apakah Panasonic memiliki rencana mengakuisisi perusahaan?
Sampai saat ini belum ada niat ke arah sana, setelah Panasonic Corporation mengambil alih Sanyo (Sanyo Electric Corp). Namun, kami tetap menjajaki kerja sama dengan pabrik atau perusahaan lokal untuk mengembangkan produk.

Alasan mengakuisisi Sanyo itu sendiri apa?
Ya, aksi korporasi itu termasuk untuk memperkuat ambisi Panasonic dalam menjadi nomor satu sales company produk-produk elektornik di Asia Pasifik.

Perusahaan teknologi sedang gencar memasuki ponsel pintar, bagaimana dengan Panasonic?
Tak ada rencana perusahaan kami untuk mencoba di wilayah ponsel pintar. Terkait ponsel pintar kami hanya buat produk periferalnya (perangkat tambahan) saja. Kalau itu kami bisa buat, misalnya powerbank (pengisi daya).

Terakhir, bagaimana kontribusi Panasonic terhadap PDB Indonesia?
Hahaha, kalau itu kecil sekali ya. (tanpa berani menyebutkan angka pastinya). Tapi yang perlu dicatat, Panasonic ikut menyukseskan program pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Indonesia.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id