WAWANCARA KHUSUS

CEO AXA Indonesia

"Asuransi Kesehatan Akan Banyak Dicari"

Pengguna asuransi di Indonesia 5 persen, potensi berkembang besar.

ddd
Senin, 18 Maret 2013, 15:35
Country CEO AXA Indonesia, Randy Lianggara.
Country CEO AXA Indonesia, Randy Lianggara. (Facebook Randy Lianggara)

VIVAnews - Penetrasi produk asuransi di Indonesia masih rendah. Total pengguna produk asuransi diperkirakan masih di bawah 5 persen dibandingkan populasi sebanyak 240 juta jiwa.

Padahal, pertumbuhan kelas menengah yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil. Bagi industri asuransi, kondisi itu merupakan potensi pasar yang sangat menjanjikan.

Untuk mengetahui bagaimana prospek bisnis asuransi di Indonesia itu, VIVAnews mewawancarai Country CEO AXA Indonesia, Randy Lianggara di Jakarta, awal Maret 2013. Berikut petikannya:

Bagaimana potensi bisnis asuransi di Indonesia, mengingat penetrasi asuransi ke masyarakat masih rendah?

Penetrasi asuransi di masyarakat kita saat ini masih rendah, totalnya kurang dari 5 persen dibandingkan populasi sebanyak 240 juta jiwa. Sementara itu, pertumbuhan kelas menengah yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil. Bahkan, diperkirakan jumlah kelas menengah Indonesia akan menjadi 140 juta pada 2020.

Otomatis, bagi industri asuransi, ini merupakan potensi pasar yang sangat menjanjikan. Karena itu, jika melihat ke depan, asuransi kesehatan akan menjadi hal yang dicari.

Kami melihat ada dua kebutuhan dari masyarakat saat ini. Pertama, layanan perbankan untuk menabung atau menginvestasikan uang mereka, atau kedua, mereka akan mencari asuransi kesehatan dan asuransi jiwa untuk perlindungan.

Apa yang akan dilakukan AXA Indonesia untuk meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia?

Banyak hal yang akan kami lakukan. Namun, salah satu yang utama saat ini, kami fokus pada kampanye mengenai manfaat asuransi kesehatan. Kami melihat ada tren masyarakat mencari layanan kesehatan di negara lain, dan mereka harus membayar biaya kesehatan yang makin lama makin tinggi.

Nah, kami berupaya untuk meningkatkan edukasi masyarakat untuk menyadari pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Karena, asuransi itu bukan hanya asuransi jiwa untuk orang yang meninggal.

Bagaimana dengan program asuransi plus investasi. Apakah ini cukup diminati masyarakat?

Saat ini, masyarakat Indonesia banyak mengambil polis asuransi yang digabungkan dengan investasi, karena banyak dari mereka yang mencari manfaat lebih dari asuransi yang dimilikinya. Dan gabungan asuransi kesehatan plus investasi ini menjadi kombinasi yang menarik dan diminati sekali oleh nasabah kami.

Menyumbang berapa persen dari premi?

Program gabungan asuransi dan investasi bisa mencapai 90 persen pendapatan premi.

Dalam waktu dekat, program asuransi apa yang akan AXA luncurkan?

Saat ini, kami lebih banyak fokus di asuransi kesehatan. Karena berdasarkan hubungan kami dengan nasabah, hal ini merupakan salah satu kebutuhan utama dari nasabah kami. Karena kalau kami lihat di negara maju, masyarakat menyadari akan pentingnya asuransi.

Sementara di sini, kami masih perlu melakukan edukasi. Karena itu, kami secara berkelanjutan melakukan kampanye pentingnya asuransi kesehatan, karena biaya kesehatan akan semakin mahal. Kalau ada golongan masyarakat yang lebih memilih berobat ke luar negeri, kami juga menciptakan produk agar mereka bisa merasakan manfaat berobat di luar negeri.

Jadi, intinya produk AXA ke depan bisa digunakan berobat di luar negeri?

Oh iya, nanti bisa digunakan di luar negeri. Ini merupakan salah satu inovasi produk, makanya kami ingin jadi leader di bidang ini.

Adakah kemudahan untuk mendapatkan program ini?

Ada, dan sangat mudah untuk mendapatkan program ini. Bahkan, calon nasabah tidak perlu melakukan medical check-up dahulu dan berdasarkan ketentuan berlaku di Indonesia dan internasional.

Jadi, program ini juga tergantung program yang diambil, apakah perlindungan ini hanya mau di Asia saja, atau di seluruh dunia. Tergantung dengan kebutuhan nasabah. Karena untuk perlindungan seluruh dunia itu tidak mudah, maka kami menggunakan kekuatan jaringan dari AXA Group yang dari United Kingdom, dengan jaringan kuat di seluruh dunia.

Tahun lalu, berapa banyak klaim asuransi di AXA?

Saat ini, angka itu sedang dalam proses audit. Apabila angka tersebut telah final, kami akan mengumumkannya.

Kemudahan apa yang AXA tawarkan untuk masyarakat Indonesia dalam memperoleh asuransi?

AXA menawarkan kemudahan akses layanan bagi nasabah kami. Akses masuknya tidak perlu berbelit-belit. Nanti juga diberikan kartu yang bisa dipakai di rumah sakit. Kami juga memberikan bantuan, termasuk di beberapa rumah sakit. Staf kami yang berlokasi di rumah sakit juga akan membantu. Layanan tersebut saat ini masih berlokasi di Jakarta, namun akan dikembangkan terus ke depannya.

Kerja samanya dengan seluruh rumah sakit?

Saat ini, kami baru memiliki layanan di salah satu rumah sakit. Namun, kami berencana untuk mengembangkan jaringan tersebut. Layanan ini akan memungkinkan nasabah untuk mengajukan klaim langsung di rumah sakit tersebut. Untuk ini, kami perlu bekerja sama dengan pihak rumah sakit agar dapat memberikan tempat bagi staf care corner kami.

Hambatan bagi AXA?

Hambatan yang kami rasakan terkait dengan asuransi kesehatan adalah kurang tersedianya medical record yang baik, sehingga untuk mencari healty history calon nasabah tidak mudah.

Untuk klaim sendiri lebih banyak asuransi jiwa atau kerugian?

Asuransi jiwa jauh lebih besar, karena untuk general kami baru mulai satu tahun yang lalu.

Nantinya, pengaturan dan pengawasan asuransi akan pindah ke OJK. Apa harapan AXA Indonesia?

Saya rasa bagus, dengan berdirinya OJK, pengawasan bisa terintegrasi. Apalagi, karena salah satu jalur bisnis kami bergerak di bidang bancasurance melalui PT Bank Mandiri Tbk. Kami harus memberikan laporan ke Kementerian Keuangan, lembaga keuangan, dan BI. Dengan adanya OJK, maka pengawasan dan pelaporan akan berlangsung melalui satu pintu, sehingga proses akan berjalan dengan lebih efisien.

Sebenarnya, minat memiliki produk asuransi bagi masyarakat Indonesia seperti apa? Pada usia berapa mereka mulai tertarik pada produk asuransi?

Berdasarkan pengamatan kami, terlihat ada tren nasabah yang sudah berumur dan yang sudah mampu membeli asuransi. Namun, sebenarnya, ketika mereka memiliki asuransi pada usia tersebut, harganya jauh lebih mahal. Sementara, masyarakat yang masih muda, sudah merasa perlu untuk memiliki asuransi, namun uangnya masih pas-pasan. Nah, kalau saya lihat, biasanya, usia ketika masyarakat mulai membeli asuransi berkisar 30 dan 40 tahun ke atas.

Apakah itu berarti banyak dari kalangan usia pensiun?

Iya, umumnya. Mereka kan sudah punya kemampuan dan kebutuhan.

Umumnya mereka tertarik membeli asuransi jenis apa? Kerugian atau jiwa, berapa perbandingannya?

Beda-beda ya, rata-rata mereka membeli asuransi kesehatan, jiwa dan investasi.

Produksi asuransi plus investasi ini relatif baru bagi AXA. Perkembangannya seperti apa?

Kami pasti keluarkan produk, tapi lebih fokus ke pelayanan. Karena apa pun produk yang diluncurkan, bila service yang diberikan tidak bagus, maka itu tidak baik juga. Karena itu, yang penting, tidak hanya meluncurkan produk. Namun, produk kesehatan itu merupakan terobosan yang tidak dimiliki oleh pihak lain.

Untuk SDM di AXA Mandiri, adakah ada pelatihan khusus dalam memasarkan produk?

Kami memiliki jalur telemarketing. Namun, kami juga melatih tim telemarketing dalam penawaran produk. Contohnya, dari sekian juta nasabah yang kami miliki, ada segmen dan edukasi dalam cara komunikasinya. Karena itu, tiap akademi akan memberikan setiap training untuk setiap job (bancasurance, telemarketing).

Target nasabah tahun ini?

Saat ini, kami memiliki sekitar satu juta lebih nasabah. Namun, sesuai kebijakan perusahaan, saya tidak dapat memberikan informasi mengenai target nasabah.

Proyeksi ke depan?

Sesuai dengan kebijakan perusahaan, kami tidak memberikan informasi mengenai proyeksi. Namun, kami optimistis terhadap perkembangan industri pada 2013.

Untuk meningkatkan kesadaran asuransi di masyarakat, apa yang harus dilakukan?

Paling penting edukasi dan hal ini tidak bisa dilakukan sendirian. Melainkan harus melakukan kerja sama dengan asosiasi dan media. Dari pihak kami, juga secara berkelanjutan memberikan edukasi bahwa memiliki asuransi itu tidak harus menunggu ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Contohnya, kami melihat bencana banjir yang baru-baru ini terjadi, masyarakat baru menyadari akan kebutuhan dan pentingnya asuransi kerugian.

Bagaimana visi AXA Indonesia sehubungan dengan pengembangan produk perlindungan dan kesehatan di Indonesia?

Sejalan dengan strategi AXA Asia dan global, AXA Indonesia berkomitmen untuk fokus mengembangkan bisnis health and protection di Indonesia. Kami bertujuan menjadi ahli di bidang asuransi kesehatan yang berinovasi menghasilkan inisiatif-inisiatif perlindungan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan nasabah dalam meningkatkan pangsa pasar.

Kami bertujuan untuk mengedepankan jenis paket kesehatan yang terbaik dari AXA grup demi menyediakan solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia serta meneguhkan posisi kami di pasar sebagai ahli di bidang asuransi kesehatan.

Mengapa AXA Indonesia berkonsentrasi pada bisnis health and protection itu?

Hal ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa kurang dari 3 persen masyarakat yang memiliki asuransi kesehatan komersial. Sedangkan 60-75 persen masyarakat membayar biaya perawatan medis atas dana pribadi. Selanjutnya, 1,5 juta masyarakat mencari perawatan kesehatan di luar negeri dengan rata-rata pengeluaran US$550 juta untuk layanan kesehatan di Singapura dan US$40 juta di Malaysia setiap tahun.

Apalagi, jaminan kesehatan sosial tidak mencakup seluruh masyarakat dan tidak memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data di atas,  kami melihat adanya kebutuhan dan besarnya potensi bisnis perlindungan dan kesehatan yang dapat dikembangkan oleh industri asuransi di Indonesia.

Apa yang dibutuhkan nasabah berkaitan dengan kesehatannya?

Berdasarkan keterlibatan dengan nasabah, kami mengetahui bahwa kesehatan merupakan salah satu faktor kekhawatiran utama mereka, terutama dengan meningkatnya biaya pelayanan kesehatan tiap tahunnya. Selain itu, nasabah menginginkan produk yang memberikan nilai manfaat lebih selain perlindungan kesehatan, antara lain dengan menyediakan perlindungan bagi investasi masa depan. Hal inilah yang mendorong AXA untuk berinovasi menghasilkan produk yang bisa memenuhi kedua kebutuhan tersebut.

Apa faktor pembeda yang dimiliki AXA Indonesia?

Sebenarnya hal yang terpenting adalah produk asuransi kesehatan terdepan dengan fitur yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Kami juga menawarkan praktik terbaik AXA global yang dipadukan dengan local insight untuk menghadirkan inovasi produk dan layanan dengan service terbaik bagi nasabah dan jajaran penjualan.

AXA Indonesia juga memiliki jalur multi distribusi dan jaringan luas untuk menjangkau berbagai segmen nasabah yang didukung oleh joint venture dengan Bank Mandiri.

Bagaimana AXA Indonesia mengakselerasi bisnis perlindungan dan kesehatan itu?

Strategi kami untuk mempercepat pertumbuhan bisnis health and protection antara lain dengan menciptakan inisiatif-inisiatif yang berfokus kepada nasabah sesuai dengan salah satu pilar utama perusahaan. Terus menghadirkan inovasi produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Kami juga terus melakukan konsolidasi operasi bisnis kesehatan, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum melalui multi jalur distribusi. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com